KUDUS – Tim sepakbola putri Kelompok Umur (KU)-10 asal SDN Gunungwungkal 01 berhasil menorehkan tinta emas. Skuad belia tersebut sukses mengunci gelar Juara 3 dalam ajang bergengsi MilkLife Soccer Challenge (MLLSC) 2026 Series Kudus, yang sekaligus menjadi tonggak awal sejarah baru bagi perkembangan sepakbola putri di Kecamatan Gunungwungkal.
Dalam laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung sengit, anak-anak SDN Gunungwungkal 01 menahan imbang tim Unggulan MI NU Pendidikan Islam. Tim lawan baru bisa memberikan perlawanan melalui babak adu penalti. Akirnya mereka unggul 4-3.
Kelakalahan ini membuat posisi tim KU-10 SDN Gunungwungkal 01 tidak dapat melanjutkan babak KnockOut, sekaligus memastikan tim KU-10 SDN Gunungwungkal 01 finis di posisi semifinal pada gelaran MLLSC 2026 Series Kudus.
Ini menjadi trofi atau podium pertama bagi pembinaan usia dini sepakbola putri tim SDN Gunungwungkal 01 dalam kompetisi regional berskala besar. Setelah sekian lama potensinya terpendam dan bahkan jarang mendapatkan panggung di kompetisi resmi, performa anak-anak putri dari lereng Gunung Muria ini sempat diragukan bisa bersaing dengan tim-tim mapan dari kota besar lainnya.
Kini, tim pelatih sukses mematahkan anggapan bahwa talenta lokal pelosok selalu gagal di momen penentuan turnamen besar. Keberhasilan menjuarai peringkat ketiga di seri Kudus ini juga membuka peluang besar bagi tim sepakbola putri SDN Gunungwungkal 01 untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi pada musim kompetisi tahun ini. Sebab, anak-anak asuhannya masih akan dipersiapkan menghadapi seri-seri lanjutan MLSC 2026 yang akan digelar beberapa bulan mendatang.
Drama Penalti Challenge dan Gelar Individu
Kesuksesan skuad SDN Gunungwungkal berhasil kawin gelar di kategori Penalty Shootout Challenge. Sayangnya, di laga puncak yang menguras emosi, mereka harus mengakui keunggulan MI NU Baitul Mukminin lewat drama adu penalti yang menegangkan. Kekalahan tipis tersebut memaksa tim KU-10 Gunungwungkal membawa pulang trofi Juara 2 di kategori ini.
Meski harus puas sebagai runner-up di kompetisi adu penalti, kekecewaan tim segera terobati lewat panggung penghargaan individu. Berkat penampilan gemilang dan penyelamatan-penyelamatan krusialnya sejak babak penyisihan hingga partai final adu penalti, penjaga gawang KU-10 SDN Gunungwungkal 01 resmi dianugerahi gelar bergengsi sebagai Best Goalkeeper turnamen.
Keberhasilan menjuarai peringkat ketiga di seri Kudus, menyabet juara 2 adu penalti, serta mengamankan gelar kiper terbaik ini membuka peluang besar bagi SDN Gunungwungkal 01 untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi pada musim kompetisi tahun ini. Anak-anak asuhan Coach Faisal dan Coach Oky kini langsung dipersiapkan kembali guna menghadapi seri-seri lanjutan MLSC 2026 yang akan digelar beberapa bulan mendatang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar